• Hari ini

    December 2010
    M T W T F S S
        Jan »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • Salam

    Assalamu'alaikum Wr. Wb
    Selamat Datang.
    Blog ini merupakan media berbagi ilmu dan informasi terutama berkaitan dengan kajian hukum Islam dan ilmu falak. Pengelola mengundang peminat dan penggiat ilmu ini untuk mendiskusikan berbagai hal. Untuk itu besar harapan pengelola pada pengunjung adanya kritikan, saran dan masukan. Terimakasih atas kunjungannya.
    Wassalam dari Bakhtiar, M.Ag

  • Kategori Tulisan

  • Arsip

Zakat sebagai Solusi Krisis Bangsa

  1. Zakat untuk pembantu

Zakat adalah harta yang kita keluarkan dengan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan oleh agama dan disalurkan kepada orang-orang tertentu pula sebagaimana yang dijelaskan dalam al-Qur’an. Ada ketentuan lain dari zakat yaitu bahwa zakat tidak boleh disalurkan kepada orang-orang yang menjadi tanggungan kita. Misalnya istri dan anak, karena mereka semua adalah tanggung jawab kita untuk memberikan nafkah kepada mereka, dalam artian, mereka adalah tanggungan kita.

Adapun orang yang bukan menjadi tanggungan kita seperti halnya pembantu, maka boleh menyalurkan zakat kepada mereka. Meskipun kebutuhan mereka semuanya ditanggung oleh majikan mereka, seperti makan minum dan tempat tinggal, tapi semua adalah bagian dari upah pembantu atas kerjanya dirumah tersebut. Karena kebanyakan orang menggaji pembantu dengan nilai tertentu, karena mereka sebelumnya sudah memperhitungkan tentang biaya makan dan lain-lain yang akan diterima pembantu dirumah tersebut.

Jadi, pada dasarnya tanggungan yang diberikan majikan atas pembantu bukan merupakan tanggungan yang sebenarnya, tapi itu adalah bagian dari gaji, karena para majikan sudah memperhitungkan semua itu sebelumnya.

  1. Zakat THR

THR adalah tunjangan hari raya yang diberikan oleh instansi atau perusahaan kepada para karyawan. Karena itu pada hakekatnya THR merupakan bagian dari penghasilan seseorang, karena THR yang didapatkan berhubungan dengan pekerjaannya sebagai seorang pekerja diperusahaan dimana ia bekerja. Disamping itu biasanya suatu perusahaan dalam membuat pembukuan sudah memasukkan THR kedalam perencanaan anggaran pengeluaran yang umumnya dimasukan kedalam gaji karyawan, namun diberikan kepada karyawan secara khusus pada hari raya.

Untuk itu para ulama umumnya memasukkan THR dalam kategori penghasilan bukan hadiah, dan THR yang kita terima dimasukkan dalam kategori gaji dan harus dibayarkan zakatnya sama dengan zakat profesi. Jadi ketika menerima THR langsung dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 %. Membayarkannya boleh secara tersendiri, atau bisa juga digabungkan dengan gaji yang diterima pada bulan tersebut.

  1. Zakat untuk kerabat atau saudara

Pada dasarnya ketentuan penyaluran zakat telah dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an. Adapun penyaluran zakat untuk kerabat yang masih mempunyai hubungan darah seperti saudara kandung, paman, keponakan dan lain-lain, selama mereka memenuhi kriteria yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an yaitu delapan golongan, menurut sebagian ulama diperbolehkan.

Misalnya kita mempunyai saudara kandung yang miskin, atau mempunyai paman yang miskin, maka boleh menyalurkan zakat kepada mereka. Tapi ada sebagian ulama yang tidak setuju dengan hal tersebut, karena menurut mereka apabila kita mempunyai saudara yang miskin, maka mereka adalah tanggung jawab kita dan mereka adalah tanggungan kita, maka tidak boleh menyalurkan zakat kepada mereka.

One Response

  1. tidak ada yang tidak mungkin untuk saat ini. siapa takut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: